Radical Marketing ala Sam Hill

July 22, 2008 by Deddy
Filed under: Selingan 

Di hari ketiga cuti, saya sempatkan ke mall, di salah satu mall di kota Kediri tersebut sedang ada pameran buku dari Gramedia Surabaya. Tentu saja kesempatan tersebut tidak saya sia-siakan. Bersama keluarga tercinta, saya memborong beberapa buku marketing, komputer, sejarah, dan karya Bang Andrea Hirata terbaru, anak-anak melepaskan hasrat membaca mereka dengan mengambil buku cerita anak, komik dan science fiction kesenangan si sulung. Ibunya anak-anak juga sibuk mengkoleksi buku resep terbaru, majalah resep juga dan beberapa majalah landsacpe, disain interior.

Salah satu buku yang saya baca duluan berjudul Radical Marketing – From Harvard to Harley karya Sam Hill cofounder of Helios Consulting and an oft-quotes expert on
marketing, and Glenn Rifkin, a veteran business writer for the New York, buku ini dari judulnya saja membuat saya yang bukan orang marketing penasaran, apalagi sobat yg berkecimpung di dunia marketing. Banyak juga teori marketing yang membosankan yang diceritakan di buku ini, yang menarik buat saya adalah 10 aturan dalam teori radical marketing, yang kalau diimplementasikan kira-kira begini (ini persepsi saya) :

1. CEO harus memiliki fungsi dan visi marketing : efeknya adalah seluruh orang dalam organisasi memiliki focus yang besar dalam berinteraksi dengan pasar, karena kebutuhan dan harapan CEO. Seorang CEO jangan hanya berharap pada seorang General Manager / Vice Presiden / Manager.

2. Unit pemasaran memulai sesuatu dari hal yang kecil, sehingga cukup fleksibel untuk mengantisipasi trend baru dan tetap dekat ke pasar.

3. Harus keluar kantor dan berhadapan dengan pasar (face-to-face) : thinking out of the box (marketing bukanlah hal yang rutin seperti produksi).

4. Memberikan perhatian pada riset pasar : kombinasi dengan nomor-3.

5. Tenaga kerja/personil yang bersemangat : missioner.

6. Cintai dan hargai pelanggan : tidak hanya sekedar target pasar.

7. Ciptakan komunitas untuk pelanggan : bebaskan pelanggan untuk ber-ekspresi.

8. Pikir ulang marketing mix yang ada jangan ngotot dengan teknik yang rutin / reguler.

9. Rayakan sesuatu yang tidak biasa : sesuatu yang baru dan tidak lazim biasanya meningkatkan animo pelanggan.

10. Jujurlah terhadap merk : bangun brand integrity. Jangan tiru promo nipu seperti yang banyak hadir belakangan ini.

Itulah sedikit pemahaman saya tentang isi buku radical marketing, bukan bermaksud menggurui sobat merketer, saya sendiri membaca buku ini hanya karena tertarik dengan judulnya, saya sendiri berada di lingkungan yang amat jauh dari dunia marketing. Semoga bermanfaat.

Bookmark and Share:

Comments

Tell me what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!